Eeiiit… tunggu dulu
Sepertinya ada 1 hal yg belum diselesaikan, yaitu yg ada di baris ke-2 dr penyataan di artikel pertama, yaitu : namun apabila tidak dibagikan maka ajaran tersebut akan musnah
Jika sesuatu hal gampang diduplikasi, bagaimana mungkin dia bisa musnah?
Jika sesuatu hal gampang diduplikasi, bagaimana mungkin dia bisa musnah?
Ok, sekarang kita loncat ke jaman prasejarah, di mana saat itu (tentu saja) tidak ada korek api. Lalu bagaimana orang zaman itu membuat api? Katanya sih dengan menggosokan dua ranting, atau memukulkan dua batu, atau... menunggu petir menyambar pohon di depan goa mereka
Katanya juga, setelah mereka memperoleh api, mereka menjaganya dengan membuat semacam obor agar api mereka tetap ada, mereka terus membagi api tersebut ke obor yg lain karena somehow mereka tahu agar api itu tetap “ada” lebih gampang dibagi, daripada harus dibikin lagi pake ranting
Nah ini kuncinya :
Lebih mudah diduplikasi, daripada harus diciptakan dari awal
Hal yang sama juga berlaku untuk ajaran/ilmu pengetahuan, saat pengetahuan tsb belum "ditemukan" sangat sulit merumuskan pengetahuan dari awal, membagikan pengetahuan lebih mudah daripada menciptakannya. Dan jika pengetahuan ini tidak disebarkan maka ia akan punah, pada saat itu sungguh sulit menemukan orang yang bisa merumuskan ilmu itu lagi (bahkan walaupun ilmu itu sudah ditulis dibuku)
Pernah lihat film Kung fu dimana jagoannya berusaha memutar otak membangkitkan jurus pamungkas dari sebuah kitab pusaka? Bukankan lebih mudah kalau ada seorang guru yang langsung mengajarkan jurus itu? Nah, kurang lebih kasusnya seperti itu
Lalu bagaimana dengan rasa bahagia, optimisme, motivasi, peluang kerja sama, sharing ide, brain storming, dll, dll yg sudah disebut di artikel pertama? Kita sudah tahu semua itu, kita bisa saja menciptakan itu kapan saja Berarti saya tidak perlu berbagi donk
Apa iya……….? Mau contoh ?
Kalau kita lagi sedih atau kurang motivasi, seberapa cepat kita bisa menciptakan rasa bahagia atau merasa termotivasi? Atau lebih mudah kalau ada “orang2 terdekat” yang membantu kita membagikan perasaan itu?
Kalau kita lagi sedih atau kurang motivasi, seberapa cepat kita bisa menciptakan rasa bahagia atau merasa termotivasi? Atau lebih mudah kalau ada “orang2 terdekat” yang membantu kita membagikan perasaan itu?
Berapa banyak di antara kita yang punya ide cemerlang? Namun karena tidak tahu cara implementasinya akhirnya ide itu hilang begitu saja, dan tidak tahu apakah ide itu akan muncul lagi atau tidak. Siapa tahu dgn dibagikan maka ide itu bisa makin mendekati sempurna, atau ada orang yg bisa membantu agar ide itu jadi kenyataan
Jadi membagikan hal-hal yang bermanfaat bukan saja agar semakin banyak orang yang dapat ikut merasakan, tapi juga sebagai satu-satunya cara agar hal-hal positif ini dapat terus bertahan dari banyaknya pemberitaan negatif di sekeliling kita
Dan saya yakin pengunjung blog ini adalah komunitas yang ingin membagikan hal2 baik kepada dunia
0 komentar:
Poskan Komentar