Umumnya kita membagi orang dalam 2 kategori : optimis & pesimis. Tapi kemudian muncul pemikiran realistis. Sebenarnya apa sih arti dari bahasa2 tadi?
Jujur saja, saya bukan ahli bahasa. Dan saya juga bukan orang yang suka dengan permainan kata, istilah dan definisi. Saya coba menjelaskan dengan menggunakan contoh yg baru saya alami.
Kemarin2 ini saya merasa sangat BT dan jenuh, tapi kemudian saya bisa menemukan semangat untuk hidup (lengkapnya di artikel What makes U excited?)
Orang pesimis, saat lagi BT akan bilang “hidup itu memang menyebalkan.” Bahkan saat sudah menemukan semangat hidup, kadang2 mereka bisa bilang “walaupun kadang2 menyenangkan, tapi hidup itu menyebalkan”
Orang yg terlalu optimis, saat BT dia akan bilang “tunggu saja, semua pasti ada hikmahnya” atau “Semua akan indah pada akhirnya” dan jika akhirnya happy ending justru memperkuat pemikiran mereka, jika ngga (belum) happy ending mereka akan terus “menunggu”
Nah, saya ini termasuk yg realistis. Hidup bisa enak atau tidak itu tergantung kita, jadi saat BT pasti ada yg bisa saya lakukan agar tidak BT, ada masalah yang hrs diselesaikan
Tapi saat ini, berita negatif bergerak jauh lebih cepat dari berita positif. Coba aja liat koran, TV & internet ! Untuk itu saat ini diperlukan pemikiran realistis yang disertai solusi agar bisa menjadi hal yang baik. Jadi orang akan tetap waspada dan tahu bahwa tiap persoalan bisa dipecahkan asal kita cukup gigih berusaha
And I call it : Realistic, but focus on good things
Minggu, 25 Mei 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar